Selasa, 26 Juli 2011

15

Aqad.
Seperti yang humaira minta, dia hanya ingin diberi mahar sebuah mushaf, perlengkapan shalat, dan...
Bacaan Al-Qur'an yang aku tak tahu surah apa.
Aku memakai baju koko semi jas putih. Dihadapan ku, ada pak ridwan yg sebebntar lagi menjadi ayahku. Dan kyai Ja'far yg akan membacakan aqad nikah nya untuk ku. Kutoleh kekanan, aku tersenyum.. Rombongan kluarga aceh hadir disitu.
Tak jauh disebelah mereka, kulihat abah,umi dan adik-adik dari banjarmasin hadir. HHmm, ada yg kurang sepertinya...
Tapi pikiran ku langsung teralih ke humaira.. Dimana dia?? hmm..
Acara dimulai, tubuh ku lunglai. ini bersejarah untuk ku. hidupku.
Sampai, pada perjanjian aku harus membaca sebuah surah dari al-qur'an yg ditentukan.
"Iqro suuratun nuur" kata kanjeng kyai.
Kutarik sedikit nafas, kurapatkan mata.. kuajak otak bekerja..
Aku kalut... tak terpikir apapun...
Suasana hening.
"suuratun annzalnahaa.." kata kyai ja'far mencoba membantu.
kutarik nafas, kali ini lebih dalam.. kuajak hati bicara..
Kuawali dg ta'awudz, kemudian membaca basmalah..
"suuratun annzalnaahaa wa faradhnaahaa.." lalu aku mulai membaca. terus membaca.. Aku melewati kisah yg disebut haditsul ifki. yaitu berita bohong tentang ummul mu'miniin aisyah rodhiallahu 'anhaa. dimana beliau difitnah berzina.
aku ingat dahulu syaikh thoriq pernah membacakan tafsir ibnu katsir tentang ayat ini. sangat mengharukan..
sampai-sampai rasulullah sholallahu 'alaihi wassalam hanya masuk ke kamar aisyah, mengucapkan salam kemudian pergi.
tak terbayangkan betapa sakit nya hati ummul mu'minin saat itu.
Di saat itu Aisyah sedang menangis sepanjang hari, demikian juga pada malam harinya, air matanya mengalir dan tidak sekejap pun dapat tidur, dan ibu-bapaknya mengira bahwa tangisannya akan membelah jantungnya.
lalu apa yg terjadi,? siapa yg membela aisyah ?
ummul mu'minin aisyah rodhiallahu 'anhaa dibela dan disucikan oleh Allah, Tuhan semesta alam.
Setelah selesai turun wahyu, kalimat pertama yang Rasulullah ucapkan ialah: “Bergembiralah wahai Aisyah, sesungguhnya Allah telah membersihkanmu”.

Aku berhenti, kusapu air yg keluar diantara mata dan kacamata ku.
sepintas di kejauhan,.. Humaira.. dia disana.. menunduk sembari menutup hidung nya dg sepotong tisue.
aku melanjutkan bacaanku..

Tiba-tiba
"HARUS ADA YANG MATI HARI INI"
seorang hadirin mendadak berdiri, berteriak, menodongkan senjata rakitan kearahku.
semua terdiam, kaget, dan ketakutan.
aku berdiri, aku pun tak kalah kaget nya dg semua orang. jarak pria itu hanya 5 meter dariku.
"sebentar..sebentar, apa yang anda mau?" tanyaku
wajah nya merah padam. dia seperti kerasukan setan.
"bajingan...kau" umpatnya pelan.
 lalu seorang petugas keamanan berusaha mendekatinya.
"DOR.." senjata itu ditembakan. mengenai kaki petugas itu, pria misterius itu terlihat panik. lalu beberapa orang di masjid itu menyergap nya. keadaan riuh. seisi pondok menyeruak. pemuda itu diseret keluar masjid. petugas itu dilarikan kerumah sakit.
aku berlari cepat, kuhampiri gerombolan orang itu.
"afwan semuanya.. beri saya kesempatan menyelesaikan nya" sahut ku.
mereka terdiam.
kuambil tangan pemuda aneh tadi. kutarik dia. kubawa dia kesebuah tempat duduk di taman ma'had, aku duduk berdua bersebelahan dengan nya. semua orang bisa melihat kami dari kejauhan.
kulihat wajah nya kalut, bingung.
"jadi, siapa nama mu akhi ?" tanyaku.
"an..anto kang" jawab nya. bisa dibaca dia sedang ketakutan.
"hhm.. tadi pagi udah makan akhi?"
"sayaa..saya ga bisa makan kang, kang,. maafkan saya kang.. ampuni saya." pria muda itu terisak.
"iya..iya.. istighfar akhi.. istighfar..kenapa ini sebenarnya?"tanyaku
"humaira kang.."
"ooh..kenapa humaira.?" kucoba menyelidiki.
Anto lalu bercerita tentang dirinya, tentang rasa cintanya kepada humaira.
Tentang rasa yang dipendam nya sejak kanak-kanak. Tentang cinta nya yg tak pernah terbalas. Tentang Cemas, karena humaira akan terlepas. Dia nekad membeli senjata rakitan dan merencanakan pembunuhan. Aku menghela nafas, ternyata pengaruh cinta sekuat ini. aku jadi teringat si Majnun yg mati karna tergila2 kepada laila.
"kang anto, menurut kang anto salah saya apa ? apa dg saya dibunuh, kang anto bisa bahagia dg humaira ?
kejadian seperti ini tak seharus nya terjadi. karena tak selama nya kita mendapat yg kita ingin kan.
saya pun pernah diposisi kang anto. orang yg saya idamkan menikah dg orang lain. saya tahu rasa nya, saya tahu sakit nya.. Tapi,jika kita sakit, menyakiti orang lain bukan lah sebuah solusi, kan?.. saya yakin selalu ada hikmah dari tiap-tiap keadaan" sengaja kupanggil dia 'kang' agar kami terasa lebih dekat.
anto terdiam.
"Rian tak mengambil apa yang kau tak punya, nak"  Kyai Ja'far tiba tiba datang.
Anto lalu bersimbah dihadapan kyai, menangis...
"maafkan saya kanjeng kyai, maafkan saya" anto memohon
"bangun lah nak, Allah Maha Pengampun" jawab sang kyai.
anto masih menangis. hari ini aku melihat cinta sebagai siksaan bagi orang yang salah menempatkan.
"tapi kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu"lanjut kyai Ja'far.
Anto lalu dibawa ke kantor polisi untuk ditindak.
Kyai menatapku. mungkin beliau terharu dg metode ta'lif yg kugunakan.
"nak rian, jadi mau nikah ?" tanya nya
aku tersenyum lebar. "saya ingin mengambil yg menjadi haq saya kyai" jawab ku.......
dan ijab qobul pun selesai di ikrarkan.

Aku punya istri. kekasih halal. tempat semua rasa kucurahkan. kupuji dan kupuja Ar rahman. Ku panjatkan doa. aku adalah imam bagi kluarga ku. aku adalah penuntun anak istri ku kelak ke jannah -Nya. aku akan melakukan apapun untuk melakukan nya. aku sudah belajar ke banyak negri, ke banyak guru, kebanyak situasi. aku belajar untuk memahami, belajar mengerti, aku tahu menikah adalah mewujudkan syariat islam dalam rumah tangga. aku mempelajari banyak trik-trik romantika, aku tahu teori agar hubungan idaman itu diwujudkan, aku belajar memelihara hati,. dan aku akan segera memulai nya, dg humaira, istriku.

"hhm.. ..." humaira tersenyum
"iih.. senyum nya manis pisaan? baru sikat gigi ya?" candaku
humaira semakin tersenyum, sambil mencubit tangan ku. lalu tersipu.
ini malam pertama kami.
tangan nya dingin. kata2 nya terlihat salah tingkah. aku paham, dia masih tak terbiasa dg lelaki.
"humaira malu.." sipunya.
aku hanya bisa tersenyum. "loh jadi maunya gimana?.."
malam itu humaira tidur sendirian, dan aku menghabiskan malam ku untuk berdiri membaca ayat-ayat dalam tahajud.
aku biarkan humaira terbiasa dg hadirku dahulu. ini memang tak mudah untuk wanita sepertinya, wanita yg baru mengenal cinta setelah nikah. lagi pula, rasa syukur ini harus di tujukan kepada sang Pemilik cnta sejati.
Di hari kedua baru humaira menampakan rambut nya kepadaku, hari ketiga kami mulai tidur seranjang.. dan hari berikut nya.. kami memutuskan berbulan madu.
aku sering mendengar cerita ikhwah yg menikah. namun mengalami nya lebih indah dari sekedar membayangkan nya.

sebenarnya aku berencana membawa humaira berbulan madu di Yunani. aku tertarik mengintip perkampungan muslim di pedalaman yg jarang ter ekspos. dg pemandangan alam luar yg menakjubkan, perkampungan muslim itu dihuni etnis turki transmigran.
namun, setelah merundingkan nya dg humaira, kami membatalkan nya. memang terlalu berlebihan untuk berbulan madu saja harus pergi sejauh itu.
humaira memberi saran agar mencoba pergi ke Batu, Malang. aku setuju.
kami menyewa sebuah villa disana.
 segar nya udara pegunungan masuk ke tubuh.
humaira menyandarkan kepalanya kebahuku. kami duduk dibalkon vila dg pemandangan latar gunung.
aku menghirup nafas. sempurna..
karna aku bernafas bersamanya...



(bentar lagi habis cerdak nya)




hahaahaa...dari semua kisah ngasal bin ngaco q, ini yg paling parah.
lg ga mood nulis, di baca ko jd kaya curhatan yaa..
whatever, i'm just a man.. looking for a dream..

14

Leuwipanjang. Bandung 10.15 PM
Aku turun dari bus. Aku hanya membawa tas sandang. Terminal ini masih ramai. Sayang nya aku harus pergi ke terminal padalarang ontuk dapat bus malam tasikmalaya. Ada opsi lain memang, aku bisa menginap di rumah bibi di Kawasan Buahbatu. Atau aku bisa ke tempat teman ku di kawasan lembang. namun, mengganggu mereka jam segini menurut ku tak etis. Bagus sekali Al-Qur'an mengatur adab dalam bertamu.
Pilihan lain adakah mencari penginapan. lagipula mata ku sudah berat. Aku seharian td berkeliling jakarta sampai sore.
Aku tak mencari taxi, angkot masih berkeliaran dikota ini. kurasa tak ada salahnya jika menaiki angkutan ini. Kota dipulau jawa umum nya banyak terdapat angkot. Bahkan Bogor dikatakan kota angkot karna saking banyak nya. Ini angkutan rakyat. Dinaiki semua lapisan masyarakat. Berbeda dg di banjarmasin, kebanyakan penghuni kota itu merasa gengsi jika harus menaiki angkot. Tak heran mereka lebih senang menaiki motor. Aku tak pernah bertemu kota yg dipadati sepeda motor lebih dari banjarmasin.
Buruk, aku cuma sendirian di angkot itu. Pak supir yg budiman itu memintaku turun karena penumpang sepi dan dia ingin pulang. Hhh... sebuah kesalahan menaiki angkot larut malam. Aku turun entah dimana. Tapi seingatku barusan aku melewati masjid agung bandung. berarti ini masih di kawasan kota. aku berjalan menyusuri malam. kaki ku semakin berat. Aku mengantuk.
"aa, jajan a ?" seorang pria paruh baya menghampiriku.
"ooh, naon pa ?" ku ucap bahasa sunda sebisaku.
lalu pria itu berbicara bahasa sunda dg kosakata yg tak kumengerti. aku hanya memahami sebagian nya. Yg kucerna hanya 'tidur' , 'mantap', 'nginap' dan bbrp bahasa campuran lain nya.
kupikir orang ini akan menawari penginapan. ku iyakan saja.
hh...  menyahutinya dg bahasa sunda adalah sebuah kesalahan.
Pria itu menggiringku ke sebuah wisma. hmm..."benar-benar penginapan" pikirku.
aku ke bagian recepsionis, lalu membayar. dan kunci kamar diberikan penjaga nya yg cantk itu.
Aku sudah tak tahan lagi, mataku sangat mengantuk.
kubuka pintu kamar, ku jatuhkan tas, kubuka baju, berikutnya badanku yg kujatuhkan ke kasur.
Sebenarnya ada yg aneh dikamar ini, ada beberapa poster wanita tak seronok teryempel disana. tapi aku tak peduli.
aku lelah.

"iii...h aa manis ya.. ayo sini a.."
aku setengah sadar. mataku kupaksa terbuka.
"heeey..heeh, si..siapa kamu ?" tanyaku.
"aah.. aa lucu.. mau main main duli ya.. mangga atuuh.."goda nya.
aku bingung, bingung sekali. tiba tiba ada wanita diranjangku.
"maaf, saya benar-benar tak kenal dg anda."seru ku.
"iih...aa kumaha atuh. aku buka sekarang yaa."
wanita itu masih agak muda. kutaksir dia berumur 25. berbaju ketat,dg rok mini hotpants. beramput agak pirang.
aku lalu sadar sepenuhnya dari kantuk ku.
astaga.. dia membuka bajunya. lalu melemparnya. dan hanya menyisakan celana dalam dan bra.
dia berlutut didepan wajahku. aku kaku. pemandangan seperti ini tak pernah kubayangkan. aku tak berdaya. hatiku gemetar. wanita itu mendekatkan bibirnya kewajahku. badan ku panas. tak karuan aku bernafas.
kututup mataku. semua gelap.
sepersekian detik itu muncul sebuah ayat ditelingaku, ajaib, itu suaraku sendiri, seperti sebuah rekaman yg diputar. aku tahu itu ayat di surah al isro. lalu hilang, lidahku gatal ingin meneruskan ayat itu.
kubuka mataku. wanita itu sedikit lagi menempelkan bibirnya ke pipiku.
aku menoleh ke kanan, diatas meja kecil kulihat mushaf kecil kenang-kenangan umar yg selalu kubawa.
wanita itu terperanjat. lalu memalingkan wajahku kehadapan nya.
badan ku panas, lebih panas dari sebelum nya.
kudorong badan nya dg sisa sisa tenaga yg kupunya.
"maaf, siapapun nama mu, siapapun dirimu, aku tak bisa melalukan nya dgmu."tegasku.
wanita itu kebingungan,
" aku sangat lelah. silakan pergi dari sini." aku tak segan mengusirnya.
Wanita itu menangis. lalu pergi terburu.
hhh.... astaghfirullah... apa yg terjadi. hampir aku berzina dg pelacur. aku lupa mengunci kamar.
helaan nafas ku mulai teratur.
kantuk ku kembaki datang.
tiba-tiba..
"heei kau.. lancang sekali kau menolak stevi. mau cari mati kau." suar pria tadi. dia masuk kekamarku bersama wanita tadi.
hmm... jadi wanita itu bernama stevi batin ku.
"hmm.. sebenarnya ada apa ini pak?" tanyaku mendiginkan keadaan.
"kamu ini sudah pesan, tak mau dipakai, tak mau bayar. ga punya duit ya. miskin jgn belagu" maki nya
aku terdiam... aku sedikit mengerti. ternyata pria ini seorang germo yg menawariku kupu2 malam.
aku benar2 menyesal pura2 pintar bahasa sunda.
"maaf, pak. begini....."ku jelaskan..
lalu setelah ku urai kan panjang lebar, dg bahasa yg paling santun yg kubisa, akhirnya pria itu mau menerima kalau ini hanya kesalah pahaman. aku tak berniat membayar pelacur.
tapi bapak itu tetap  minta bayaran 700 ribu.
aku tak mau panjang urusan, kubayar saja.
aku lalu diusir dari penginapan itu. karena preman2 disana mengancam ku. menyuruhku pergi.
huuhf.. payah sekali...
 akhirnya ditengah malam aku berjalan dg kantuk yg tak karuan.
perutku kosong, seingatku ada 2 bungkus roti dalam tas. aku masih berjalan, lalu..
MASJID AL MUNIR
aku melihat ada masjid. aku masuk ke pekarangan nya. duduk diterasnya.
ku buka rotiku. disini adalah penginapanku sampai besok pagi. aku senang bisa tidur dimasjid


Akhirnya.. aku mendapat bus ke tasikmalaya.
dan sampai ke ma'had ihya us sunnah.
kubertemu pak ridwan, beliau adalah calon ayah ku.
iya. Beberapa  hari kedepan insya Allah ijab qobul dg humaira. dia calon istriku.
setahun lalu ketika pulang dari damasyqi aku nadzor dan ta'aruf dgnya.
namun, karena dia ingin menyelesaikan masa pengabdian nya di ma'had, jadi aku bersedia menunggunya setahun.
aku sekali lagi ingin melihat humaira. aku ingin memantapkan hatiku. terus terang kusampaikan kepada pak ridwan.
beliau salah seorang pengajar senior di ma'had ihya us sunnah putra. beliau adalah saudara sepupu pak fakhrudin, pak fakhrudin juga yg menawariku menikah dg keponakan nya.
aku tertarik karena pak fakhrudin mengatakan bahwa humaira mencari pria yg hafal qur'an. dan memiliki ilmu tentang hadits nabi. dan beliau mengatakan aku adalah org yg tepat.
"humaira itu hafal qur'an sejak lulus ibtidaiyaah. dia sangat mencintai sunnah nabi. dan, bermata indah"
aku teringat kalimat itu yg di ucapkan pak fakhrudin dahulu.
hhmm... bermata indah..

aku tak sabar,..
ku kirim sms ke humaira untuk menampakan diri karena aku sudah menunggunya diruang tamu.
"sabar atuh 'a.. humaira wudhu dulu ya" begitu balasan sms humaira.

dari tadi pak ridwan mengajak ku mengobrol tentang banyak hal, aku tak konsen.
perasaan ku, degupan jantungku. aliran darahku. berotasi tak normal.

dan...
wanita itu menunjukan dirinya.
memakai jilbab besar sepinggang. berjalan pelan laksana tiupan angin musim kemarau.
duduk dg anggun. lalu menunduk.sesekali melirik, lalu tersipu.
pipi nya merona, merah muda, persis seperti namanya.
kening nya seperti mentari, dan matanya..
oh.. matanya.. benar-benar indah. teduh, tapi bermakna.
"assalamu'alaik" sapa nya
aku tak bisa respon menjawab.
"aamh..aa.. a'alaikumussalam" aku terbata.

humaira jauh lebih cantik dari yg kulihat sebelumnya.
dia akan jadi istriku ? dia istriku ? dia yg kucari.. yg kuselipkan diantara doa-doa yg kuhaturkan kepada Ilahi.
aku tak percaya.. seperti mimpi saja.. mencari wanita sepeti humaira dizaman sekarang lebih sulit dari mencari jarum di gudang jerami.
sejenak.. aku berfikir, mungkin aku tak seberuntung ini jika jadi berzina kemarin malam.
karena pezina hanya pantas untuk pezina. dan wanita sebaik humaira harus mendapat bagian yg pantas dari apa yg diusahakan nya.

kami akan melakukan aqad nikah besok di masjid besar ma'had.
hari ini aku menyiapkan semuanya.
hmm.. aku ingin menelpon keluarga angkat ku di banjarmasin. mereka pengganti peran orang tua buat ku.
semoga mereka semua bisa hadir. abah, umi, ida, zainal, sarah..
sarah..???... sarah, maafkan aku...

to be continued..





-sengaja kutulis judul berbahasa inggris, biar keren dikit-
I just wanted to tell stories..., like your father did before you slept when you were little.

13

Tak ada rutinitas membuat berat badan ku sedikit naik. Pipi ku semakin mengencang, kusisir rambut ku yg panjang. Kuamati lekukan wajahku, ternyata aku masih muda. aku baru 23 tahun. kuamati hidungku, mirip hidung abah yg mancung. sedang perawakan ku persis seperti umi.
Kulipat mukenaku, ku sertakan bersama gulungan sajadah. aku selesai shalat istikhoroh.
entah kenapa aku lebih condong untuk pergi saja.

Dia pergi kemarin sore.
hmm..
aku tak sempat melihat nya karena kemarin sore aku tak ada dirumah.
Dia akan segera menikah.
dengan seorang wanita sunda yg beruntung.
hmm.. bagus lah, jadi kisah ku tak menggantung..
aku tak mau terus mengharap nya. tapi,,,
ada duka, mungkin sangat luka.. aku kecewa..
Tasikmalaya. Rian akan melamar seorang wanita yg katanya ta'aruf dg nya setahun lalu ketika pulang dari Damasyqi.
rian menunggu setahun karena wanita itu belum menyelesaikan sekolahnya.
wanita itu masih muda tentunya. setidak nya,...
Dia tidak menikah dg mona. karena mona sebelum nya sering sekali menghubungi rian. mungkin rian akan menikahi mona jika rian hilang ingatan..haha.. aku menertawakan mona karena usaha PDKT nya ke rian gagal.
tapi...
lihat diriku, akupun sama gagal nya dg mona,.. aku harus menertawakan siapa??
lagipula, kenapa ku masih memikirkan rian..
setelah setahun ini "tinggal serumah" dengan nya, aku ingin dia hilang dari ingatan..
dan aku setuju sebuah tawaran..

Bandara.
abah memeluk ku, kemudian umi.
air mata kami mengalir. aku sudah mantap ingin pindah. mencari suasana baru. paman ali menawari ku untuk menjadi apoteker di apotik nya. di kota istimewa. Yogyakarta.
umi sebenarnya agak berat jika ku harus tinggal di jogja. tp beliau tak bisa melarangku, beliau mengerti perasaan ku. aku tak mungkin hidup serumah dg rian dan istrinya.
sebenarnya abah sedang membangun rumah baru. namun, aku tetap ingin pergi dari banjarmasin.
aku ingin merasakan kota lain.

sebelum ku berangkat, ku berpesan kepada umi agar tidak memberitahukan keberadaan ku jika rian ssuatu hari bertanya. umi mengiya. abah mengiba. aku berdoa. dan pesawat mengudara..

adi sucipto. bandara kota budaya ini. aku melihat-lihat sekitar. aku resah. seperempat jam sudah aku menunggu.
"ka sarah.."
mata ku menuju arah suara.
"wildaa... alhamdulillah," aku menjumpai wilda, dia bersama ayahnya, paman ku.
"udah lama ya ka nunggu nya, maaf yaa.."
"hmm.. gpp ko wiil.." jawabku.
aku lalu meraih tangan paman ali dan mencium nya.
kami menuju mobil.
aku menoleh-noleh sepanjang jalan. terkagum kagum..
inilah kota wisata budaya.
aku juga melewati tugu jogja yg bersejarah itu. jogja memang istimewa.
kami sampai di rumah paman. daerah Krapyak. disini kawasan pondok pesantren ali maksum. salah satu pondok besar di jogja. karena nya, santri hilir mudik adlah pemandangan biasa. nuansanya sangat agamis. aku rasa akan betah disini.

aku juga mendaftar di ma'had ali bin abi tholib,. semacam program intensif bahasa arab yg bekerjasama dg Universitas muhammadiyah Yogyakarta.
jadi, pagi aku belajar bahasa arab disana, aku juga bisa membantu paman di apotik sore hari nya.
aku tinggal dirumah paman ali yg seorang dokter. aku juga senang sekali karena memiliki teman disini, wilda, sepupu ku sendiri.
wilda hanya selisih 2 tahun dengan ku. dia kuliah di Universitas ahmad dahlan.
wilda mengajak ku berkeliling, mumpung di jogja katanya.
hari ini aku melihat-lihat kali code, sungai jogja yg sekarang dipenuhi pasir pasca Merapi.
aku juga diajak melihat reruntuhan rumah dan daerah yg terkena erupsi merapi.
mengenaskan.
kami mampir sebentar di malioboro, meriah sekali. sulit mencari suasana seperti ini di kota lain.

rumah paman bertingkat tiga. kamarku dan wilda di paling atas.
dari sini terlihat jelas Gunung Merapi.
tiba-tiba aku ingin menulis sesuatu...

"Gunung Utara diam tak lagi bersuara..
Selimutnya adalah awan yg lembut dan angin adalah penyejuk usus nya yang hangus..
Nun diufuk, tubuhnya besar gagah berani..
Dan jejaknya buat tirani..
Namun tak selamanya pilu..
Ada vulkanik yang butir berupa pasir..
Larut sejurus arus sedalam air..
Lalu ciduk demi ciduk berubah menjadi suapan nasi, menjadi penyambung prestasi..
Karena rezeki pantas disyukuri.."

wilda juga mengajak ku jalan-jalan Paris.
"Paris mana  ?" tanyaku.
"aah, mba.. masa ga tau Paris van jogja. Paris mba, Parangtritis.."sahut nya.
aku menyimpulkan senyum. Ternyata, begitu orang jogja menyebut pantai selatan yg terkenal itu.
"baguslah, mba juga pengen refreshing dulu nih wil" jawab ku.


setelah dari pantai, malam hari nya wilda mengajak ku ke bukit bintang.
bukit ini terletak di daerah tinggi wonosari.
disana aku melihat kota jogja malam hari dg jutaan lampu benderang.
cantik. sangat indah.
aku pulang ke rumah dg rasa puas mengelilingi banyak tempat istimewa.
aku bersiap tidur, karena besok aku mulai masuk kuliah.
aku merenung..
Hmm... mungkin dg jalan-jalan bisa menyejukan hatiku.
bisa megurangi luka ku. dan melupakan orang itu..
aaah... orang itu, kenapa kupikirkan lagi..
aku sudah berhenti tinggal bersamanya. lantas bagaimana aku bisa berhenti memikirkan nya???








Visit Jogja Year 2011
(promosi neeh)
jangan lupa bagi yg ingin ke jogja, sms kulo yo. nanti ta' ajak jalan2 naik ontel...
hahhaaa...
masih JO.

12

Ini bulan mei. Konon meteor sedang ramai melewati bumi. Sejak bangun untuk tahajjud tadi, aku masih menunggui jendela. Belum bisa tidur. Shubuh sudah dekat. Kutunggu saja.
Aku sedang masa iddah di bulan pertama. Masa menunggu bagi wanita yg ditinggal mati suaminya selama 4 bulan sepuluh hari. Walau aku merasa suami ku sudah mati sejak lama.
Rasi bintang membentang. Telinggaku tersumbat headset mp3. Ayat demi ayat masuk kesana.
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (kami) kepada orang-orang yang Mengetahui. (QS Al An’am: 97)
Aku suka gugusan nya, langit sedang begitu cerah nya. Tiba-tiba, Satu yang benderang, jatuh diagonal. Seperti cahaya yang dilempar dan hilang. Itu komet, aku melihat nya. Lalu beberapa yang lain mengikuti. Ini hujan komet. Subhanallah.
Air kembali turun disudut mataku, aku terharu. Nun diufuk, mentari sudah menunggu untuk mulai bertugas. Dan, adzan shubuh pun berkumandang, shubuh yg menakjubkan. memulai hari baruku. mulai menggugus bintang-bintangku sendiri. dan kuharap, aku menemukan meteorku sendiri.

Hari ini kami sekeluarga akan wisata ke karimun jawa. Rian lah dalang nya. Katanya, karimun jawa adalah salah satu tempat terbaik di indonesia. Aku pernah ke bali, namun rian mengatakan bahwa karimun jawa jauh lebih hebat dari bali.
kami sekeluarga penasaran dg pulau yg legendanya ditemukan oleh Sunan Muria. salah seorang wali di pulau jawa yg masyhur.
Rian, kami sudah sangat akrab dengan nya. Aku pun sering bercanda dengan nya sekarang. Rian sudah tak sedingin dulu. Rian yang kukenal di SMA, namun dg sosok baru.
Akhirnya, kami sampai di semarang. Perjalanan masih jauh untuk menjapai karimun jawa yg katanya eksotis itu.
Jalur udara kami ditempuh dari Bandara Ahmad Yani, Semarang menuju Bandar Udara Dewa Daru di Pulau Kemajuan dengan pesawat sewa jenis CASSA 212. Agak mahal memang, beruntung pabrik sasirangan abah sudah sangat pesat, rian pun ikut 'urunan' dalam wisata kami kali ini.
...

Kami sampai..
Kulihat kakiku menginjak butir pasir berwarna putih, mengalir air sambil mendesir.
Subhanallah...
Aku dibuat takjub dg semua sudut pulau ini.
Kami dipersilahkan beristirahat disebuah rumah yg sudah disewa.
Kami shalat zhuhur berjamaah, kemudian dilanjutkan dg shalat ashar.
Setelah itu menikmati makan siang dg ruang makan yg menjorok ke laut. Indah.
Seperti biasa, abah;umi dan ida dan seorang lelaki asing bernama rian asik dg obrolan hangat mereka. Tak terasa akupun ikut terbawa obrolan seperti mereka. kami begitu akrab. lelaki asing itu terasa seperti bagian dari kami.
..
Kami berjalan-jalan dipantai. Aku bersama ida. Dibelakang ada Rian berbicara dg seseorang.
Sesekali angin mengusap jilbabku yg lebar. terik matahari sore sudah kuacuhkan.
Lalu rian menghampiri..
"ehm.. nona-nona.. aku punya bintang untuk kalian.." sapa nya.
aku kaget, rian membawa bintang laut. bagus sekali. ini kali pertama kulihat bintang laut secara langsung.
mulutku refleks tersenyum untuknya. dia tahu aku suka sekali semua hal tentang bintang.
"diambil doong.." pintanya.
lalu rian berjalan kearah laut. kulihat celana kain nya dilipat setengah betis. rian seperti merenung.
Kuhampiri. aku ingin banyak bercerita dg nya.
"Lagi mikir apa pak ustadz?" tanyaku, sengaja kusapa seperti itu untuk guru TPA sepertinya.
"hehe cuma ingat anak-anak di TPA" jawabnya
"serasa punya anak ya pak?" candaku.
"iya.. kadang sedih juga. kemarin kutanya, katanya mereka udah punya pacar semua. menyedihkan, bukan? padahal umur mereka belum ada yg sampai 9 tahun. Bukti pergeseran akhlaq yg menyedihkan, dulu saya waktu SD merasa itu sebuah hal yg tabu. Sekarang sudah menjadi seperti candu."
"di SD, suka dg wanita saja saya malu-malu" tambahya.
"sampai ketika SMA?" aku tak terkontrol bertanya.
wajah rian berubah, kurasa dia mengerti yg kumaksud.
dia menunduk, menghirup angin utara lalu menghembuskan nya.
"yan, aku tak tahu apa yang terjadi dg suratan takdir kita, semuanya serba aneh, kau datang dan hilang. lalu,
kau hadir ditengah kami, kau sudah banyak membantu kami. sampai hari ini, aku tak tahu jawabannya."
Rian tersenyum.
"tak semua pertanyaan perlu dijawab, sar."
"kita hanya dimudahkan atas taqdir yang sudah dituliskan" ucapnya.
Matahari perlahan pamit. Lalu dia mengajak kami melihat terbenamnya.
Sunset. Cantik.
"yan, aku tahu, kamu tahu, apa yang sudah terjadi. kadang aku berkhayal, yan... aku menatap rasi bintang ku bersamamu. melihat nya berkilau. dan kamu menjadi penunjuk arah bagiku."
angin laut utara semakin kencang.
rian menatap laut jawa. seperti ingin menjawab semua.
"kau masih sarah yg kukenal, sarah yang kukagumi. sarah SMA yg menolongku ke Rumah sakit, sarah yang membawakan ku sepotong roti bakar. sarah yg membuatku sadar apa itu belajar. sarah yg membuat ku safar. Tapi..."
Langit semakin gelap. Matahari yg tadi hampir terlelap.
"kau sarah yg membuatku kalah, membuat ku lelah, dan setelah kau menikah, semuanya berubah.
aku mencoba berdamai dg masa lalu, berusaha hidup baru. rasa padamu hilang seiring waktu."
aku galau, hatiku tak enak telah berucap. apa aku harus meninta maaf..?
"maaf, akuu..."
"sebenarnya aku ingin kita mulai lagi dari awal, sar."
"tapi sebuah hati menantiku disana, afwan.." lanjutnya.
Rian berlalu. Malam beradu. Bintang muncul satu persatu..
Namun komet itu sudah jatuh dan pergi, komet itu bernama Rian...





bersambung...


maaf kawan, akun yg kemarin bermasalah.
kusambung di akun ini saja. hampir selesai juga kisahnya.
maaf juga karna kisahnya kurang jelas, ini cuma kisah dadakan tanpa editan.
aku juga bingung, kenapa ceritanya kok jadi gini..hee
nikmati saja..
hanya ingin bercerita, kawan...

11

Aku duduk dibelakang, umi disampingku, lalu rian menyetir didepan sendirian..
tangan ku berair, aku sedikit gugup, cemas lebih tepatnya. tak biasanya rian mengajak kami mendadak seperti ini.
mobil rian ini, walau sudah termasuk katagori antik, masih dilengkapi dvd audio. sedari tadi rian menyalakan murotal syaikh shalah bukhatir kesukaan nya. Perlahan, surah huud yg diputar masuk kehatiku, menenangkan qolbu. aku bersandar, walau aku tak mengerti bhs arab, namun aku mengerti makna surah itu, disana terdapat kisah nabi-nabi yang didustakan kaum nya. termasuk disana kaum nabi luth yg di hujani dg hujan batu, yg tak pernah ada siksa seperti itu sebelum nya.
...
"kita sudah sampai" ujar rian.
yang kutahu, ini daerah Martapura, kota intan. dan aku berada disebuah tempat asing.
kubuka pintu mobil, umi tertidur, tak apa lah aku keluar sendiri.
tempat itu seperti sebuah gang kecil, dg rumah yang agak jarang. cukup jauh dari jalan raya. aku berjalan bersama rian..
hingga menuju sebuah rumah kecil, terlihat tak terurus. banyak orang berkerubung. tertera tulisan,
"POLICE LINE"
mata ku terbelalak, aku masih tak mengerti. beberapa polisi menahan kami agar tidak mendekat.
rian berbicara sesuatu kpd petugas. lalu kami masuk sampai teras...
mata tegang ku basah. banjir disudutnya.
kusapu dg ujung jilbabku, seolah tak habis air itu.....
Lelaki itu...

kami lalu langsung diminta petugas kepolisian untuk dimintai keterangan.
masiih, masih tak kering mataku..
Lelaki itu hakim, aku tak tahu apakah dia masih suamiku setelah meninggalkan ku sekian lama.
Aku shock, kulihat tadi wajah nya pucat, menjulurkan lidah, gantung diri diruang tamu hingga tewas, tim forensik mengatakan bahwa waktu kematian nya sekitar dua sampai tiga jam yg lalu.
dari kemaluan nya mengeluarkan sperma, seperti pelaku bunuh diri layaknya.
tak jauh dari tempat kematian nya, ada seorang lelaki telanjang dg luka tikam belati. tewas.

setelah, dari kantor polisi, kami diperbolehkan pulang..
di perjalanan, hatiku di isi semua perasaan galau, cemas, sedih, sekaligus pahit luar biasa.
hakim pernah menjadi bagian hidupku.
murotal kembali mengalun.
kali ini sudah masuk surah yusuf..
seperti biasanya, rian tetap dalam diam nya. dia hanya berkata, bahwa mona mengabari nya peristiwa pembunuhan dg ciri2 yg mirip hakim. kutahu mona yg sekarang menjadi wartawan memang sering menghubungi rian.
aku memeluk umi sambil terus menangis.
...
..
hujan turun sedari tadi..
kududuk disamping jendela, menginagt cerita dan luka.
aku menjanda sekarang, 4 bulan 10 hari aku tidak boleh keluar maupun berhias.
ini masa iddah ku. aku terpuruk dg semua kisah hidup. sangat berbeda dg rian.
kulihat rian, semakin dikenal sbg cendekiawan, sering diminta untuk berceramah, khotbah, atau jg narasumber acara bedah buku. usaha nya pun semakin maju, travel nya berkembang pesat. bukan hanya mengurusi haji dan umroh, juga angkutan darat seperti taxi, bus dan carteran.
rumah makan nya pun mulai bercabang-cabang. usaha kebab nya menjadi yg terbesar di banjarmasin.
sering kali, banyak yang menawari nya untuk menikah, dari ibu2 pengajian maupun rekan kerja nya.
rian hanya menjawab dg senyum dan ucapan, "menunggu orang yg tepat".

kadang ku berkhayal untuk menjadi istrinya.
hidup bersama pemuda yang mapan ini, menjalani hari2 baru, melupakan masa lalu.
namun, siapa kah aku ?
pantas kah ? mau kah dia ? kutahu rian dahulu menyukaiku...



-sarah asy-syifa-



bersambung buung...
hahaha.. kisah ini sudah menjalar ke ranah yg aku pun bingung menulis nya.
nanti mau aku jadikan novel saja, dg kisah yg disempurnakan tentunya.
maaf apa adanya,..

10

Aku tak berani menatap wajah nya. Aku hanya menunduk. Aku sangat terjkejut, Rian kini ada dihadapan kami.
Rian duduk bersama kami diruang tamu rumah kami. Oh, mungkin tidak lagi. rian adalah pemilik resmi rumah ini.
kami memasang wajah cemas, menunggu apa yang akan dilakukan pemuda ini terhadap keluarga kami. apa kah dia kan mengusir kami ? setega itukah rian, sedangkan abah masih terbaring ditempat tidur sambil dirawat jalan.?
apa mau rian dg membeli rumah ku. aku menyimpan banyak tanya namun mulut urung ku buka.
"beberapa tahun yang lalu saya pernah kerumah ini. sepertinya rumah ini nyaman untuk saya, lagipula disebelah kan ada masjid. saya suka rumah ini. tapi saya belum menikah, akan sangat kesepian jika saya tinggal sendirian." rian bersuara
"maksud nak rian?" tanya umi lirih
"kalau ibu sekeluarga berkenan menemani saya tinggal dirumah sebesar ini, saya tentu akan sangat snang, saya juga dulu punya hutang jasa ke sarah. mungkin ini sebagai balas jasa nya" lanjut nya
umi menatap kearahku. mata nya berkaca. aku payau, hati ku kacau. aku tak tau harus bagaimana.
kami tak punya tempat lagi. sebenarnya aku merasa risih serumah dg rian.tapi aku tak punya pilihan.
jadi lah kami menumpang dirumah rian.

Rian, sudah jauh berubah dari pemuda yg dulu kukenal. Tutur nya sekarang bermakna. akhlak nya mulia. sikap nya pun bijaksana.
Rian menghidupkan kembali usaha sarirangan abah yg bangkrut.
Rian juga membuka stand2 kebab turki di beberapa tempat dikota ini. katanya dia mendapat resep rahasia dari teman nya yg tinggal dipedalaman adana, kota kecil diselatan turki. dan kebab nya memang luar biasa lezat nya.
rian mencocokan selera masyarakat setempat. jadi, kebab racikan nya digemari banyak orang.
rian juga membuka biro travel haji dan umroh, karena koneksi nya begitu banyak ditimur tengah.

Hebat nya, rian masih menyempatkan waktu nya untuk mengajar anak2 mengaji setiap sore di masjid sebelah rumah.
se-kreatif apapun rian berwirausaha, dia tak melupakan dirinya. seorang yang berilmu agama.
katanya dia ingin bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya. rian pun mulai aktif megisi kajian dimasjid-masjid.
nama nya mulai dikenal sekarang.
tiba-tiba ada rasa yg menusuk, rian dihatiku seperti masuk.
aku pun ber-istighfar. aku tak ingin kekaguman ku ini menjadikan ku berdosa.
aku masih seorang istri dari lelaki yang entah kemana. malang nian hidupku..
---

Hari itu ada reuni SMA. aku dan rian hadir. walau serumah, kami pergi dg alat yang berbeda.
aku bersama mio biru ku. dan rian dg Mercy classic '86, yg baru dibeli nya. rian ternyata juga penggemar mobil antik.
aku bertemu dg nia dan rahma. mereka sudah berkeluarga. aku senang berjumpa mereka.
Di kesempatan itu juga aku melihat mona. aku terkejut karena dia memakai kerudung juga.
mona terlihat mendekat ke arah rian. lalu tak tahu apa yang mereka bicarakan.
menurut kabar, mona sudah masuk islam karena menikah dg seorang muslim. namun baru saja dia bercerai.
mona sekarang seorang janda.

---
suatu pagi..
"sar..sar.. buka pintu sar!" suara umi dari balik pintu
"iya mii, sebentar" jawabku
"cepet sar, ini rian ada perlu"
Rian ? aku berfikir sejenak, ada perku apa rian dg ku. biasa nya dia dingin terhadapku.
berbicara pun seadanya, dan pandangan nya terjaga atasku.

"sar, ikut aku sebentar ya.. ajak umi juga. biar abah dijaga ida." ajak nya
"i..iya.." jawab ku. aku tak banyak tanya. 2 bulan bersama dalam satu rumah, aku masih agak canggung dg nya.
abah akan dijaga ida, adik ku. kebetulan dia sedang libur kuliah.

lalu kami bertiga pergi dg mobil mercy tua rian.
lagi-lagi..
perasaan ku tak enak. aku hanya bisa berdoa agar semua baik-baik saja.








Bersambung...(tak mau kalah ama cinta fitri)
-sarah-

9

Tasikmalaya. Salah satu kota dg penduduk paling ramah yang kuketahui. Pak Fachrudin menyuruhku kekota ini.
Urusan ku sudah selesai disini. Besok aku ingin ke Banjarmasin. Entah kenapa aku ingin membuka lahan usaha di Kalimantan saja.
Aku naik bus ke Bandung. Lalu dg kereta Argogede aku menuju Jakarta. Kemudian menuju Soekarno-Hatta.
Pesawat melesat. Aku duduk disamping jendela,aku melamun, pilkiranku terlantun. Masih kuingat, 3 bulan lalu aku masih bermain bola salju di puncak musim dinggin kota Damaskus.
----
Ribuan atau bahkan lebih dari itu manusia turun kejalan. hari itu hari kesedihan, Syaikh Yusuf Harun meninggal. Beliau Ulama besar kota itu, sekaligus Mudir(pimpinan) lembaga daarul hadits yang aku belajar didalam nya. Beliau seorang yang lantang sekali memerangi kemusyrikan,bid'ah, juga pemahaman2 sesat ahli filsafat, bathiniyyah baik dari golongan sufiyyah, isma’iliyyah, nashiriyyah, dan selain mereka. Beliau hancurkan syubhat-syubhat ahlul bid’ah yang diadakan di sekeliling masyahid (kuburan yang ramai untuk diziarahi), kuburan secara umum, dan semacamnya. Sebagaimana beliau menghadapi jahmiyyah, mu’tazilah, dan beliau membantah ahlul kalam dan asya’iroh. Dan, beliau lah tokoh yang paling disegani kaum syi'ah la'natullah 'alaihim. Aku tak tahu ada konspirasi apa, ma'had kami di vacum kan sementara waktu. aku rasa ini ulah dari syi'ah yg dari dahulu inginsekali menghancurkan ma'had kami. Jadilah aku tinggal di rumah pak fachruddin. Beliau adalah petugas KBRI ygsangat baik dg ku. Sambil menunggu kepulangan ku ke Indonesia.
aku menghabiskan masa visa ku dg berkeliling kota Damaskus. Sesuatu yang jarang sekali kulakukan selama Nyantri di Mazzeh. Aku cuma melewatkan 1,5 tahun belajar disana. Luar biasa, kukira mustahil menghafal hadits dg sanad lengkap itu. Ternyata -bi idznillah- sangat mudah. Walau belum sempat meneliti lebih jauh hadits imam ahmad, nasai,tirmidzi. Tapi hadits2 pokok dalam shahihain sudah kukuasai.

Aku mengirim pesan singkat kepada Imral. Kami berjanji berkeliling hari ini.Imral adalah pemuda asia tenggara sepertiku. Dia dari malaysia. Umur kami sebaya. Tapi di Ma'had dia berada di marhalah atau tingkatan diatasku. kami akrab. seperti saudara. Mungkin karena kami merasa serumpun, Melayu. kami sedih dg pemberitaan di Tanah air bahwa ada keretakan hubungan Indonesia-Malaysia. Imral sangat baik, sangat bersahabat. Dalam urusan bernegara, dia sering menyalahkan negrinya sendiri karena semena mena dalam menangani sesuatu. aku pun menyalahkan negriku yang terlalu berlebihan menyikapi sesuatu. jadilah kami saling mengalah. aku dan imral sangat tidak menggambarkan hub indo-malaysia.

Kami menyusuri jalan kota damaskus yang tertimbun salju. sesekali terlihat beberapa wanita pribumi dg mantel hitam tebal dg kerudung putih. Juga terlihat beberapa yang menggunakan niqob(cadar). Kami lalu menuju Bosra, selatan Damaskus.
Di kota ini terdapat reruntuhan pasar kuno dan teater Romawi yang didirikan pada abad 2 SM yang masih utuh hingga saat ini. Tiang-tiang khas romawi masih kokoh berdiri. disekitar Bangunan kuno kota ini banyak penjual keramik dan koin kuno. Kami lalu masuk menyusuri lorong teater Bosra. Teater Bosra merupakan situs terpenting di Bosra.Ini sisa peninggalan Romawi kuno.
Ada juga benteng Bosra, Benteng Bosra dibangun pada abad pertama sebelum Masehi. Pada waktu perang Salib yang dipimpin oleh Sholahuddin al-Ayyubi, benteng Bosra merupakan benteng utama bagi pertahanan dan perlindungan kaum Muslim.
Kami lalu menuju Masjid agung Damaskus.Berfoto ria sebentar. Sebagai kenangan di kota tua.
Kota ini menakjubkan,kota yg sudah didiami entah lah kapan. kota para nabi. disini juga syaikhul islam ibnu taimiyyah dilahirkan, ibnu katsir,Ibnu Qayyim al-Jauziyah, dan banyak lagi ulama ahlussunnah yang pernah hidup dikota ini.

Akhirnya kami pulang. Kami menuju malaysia terlebih dahulu. Aku hanya transit. Ini perpisahanku dg Imral, Pemuda dari negri jiran. Aku sampai di Indonesia. Aku kembali ke aceh,tak lama. Hanya 3 minggu. Lalu atas saran pak fachruddin,aku ke tasikmalaya untuk menemui seseorang.
----
Aku sadar dari lamunanku, pramugari menyuruh penumpang memasang kembali sabuk pengaman, karna saat landas di Bandara Syamsudinnor sebentar lagi.
Sebentar lagi aku memulai babak baru kehidupanku di kalimantan. setelah 2 musim dingin dan 1 musim panas kulalui untuk mencari ilmu di kota tua damaskus, aku kembali kekota masa mudaku. Banjarmasin.
Setelah sampai, aku istirahat sebentar di cafe bandara sembari menikmati kopi sore. Aku membaca sebuah koran tersohor kota ini, aku ingin mencari rumah. Karena aku tak punya sanak famili disini.
Tiba-tiba Aku terbelalak dg berita kolom bursa rumah yg dijual.Langsung Kuambil handphoneku, kuhubungi nomor yg tertera disana, kukatakan,"SAYA AKAN BAYAR HARGA YANG ANDA INGINKAN"



Bersambung...
J0_
Rian's story
Sabar lah kawan. aku pun mulai bosan..

8

Berada dirumah sakit membuatku teringat seseorang. Sejak datang kerumahku 2 tahun lalu, orang itu lagi-lagi menghilang. Saat pernikahan ku saja dia tak datang. Rian, entah apa yang terjadi padanya sekarang.

Aku tak bisa tidur di rumah sakit ini, dan tak boleh tidur. Aku harus menunggui abah yang belum sadarkan diri. Stroke menyerang tubuh tua beliau. Ada bulir yang mengalir dari mata ku yang kaku. Mungkin pernikahan ku itu adalah awal dari semua masalah ini. Aku tak percaya, suami ku sekarang menjadi musuh nomor satu keluarga besarku. Menikah dengan nya adalah kesalahan terbesar hidupku.

Aku mengenal seseorang lelaki, beberapa tahun lalu. Ketika itu aku masih semester 3 disebuah perguruan tinggi negri di banjarmasin. Ternyata kuliah di perguruan tinggi itu membuat iman ku turun. Walau aku masih memakai hijab syar’i, tapi mudah sekali aku dengan lawan jenis berinteraksi. Aku bertemu dengan nya secara tidak sengaja disebuah warung Soto terkenal dikota ini. Awalnya aku hanya ingin meminjam sebuah Flash disk dari linda, teman kuliah ku. Linda menyuruhku menemuinya sisebuah warung soto. Tak kusangka, linda bersama pacarnya dan seorang laki-laki bernama Hakim. Kami lantas mengobrol, Hakim terlihat santun, dinamis, tidak canggung, dan sangat dewasa. Dia baru bekerja disebuah instansi pemerintahan. Umurnya 2 tahun lebih tua dariku.

Setelah hari itu, kami semakin intens, Hakim sering menghubungiku, membantu tugas kuliahku, atau bercerita banyak hal dengan ku. Caranya berbicara atau caranya mengirim sms kepadaku benar-benar membuat ku tak berdaya, aku menyukainya. Wanita sepertiku diusia ini memang ingin kearah yang serius. Sampai suatu hari Hakim menyatakan ingin melamarku.

Dulu Rian juga pernah datang kerumah ku, kutahu benar tingkahnya, kupaham maksud nya datang untuk melamarku. Tapi bagaimana lagi, hatiku sudah dibawa hakim pergi, kealam cintanya...

Pernikahan yang luar biasa. Hakim memposisikan ku laksana permaisurinya. Kasih nya begitu fasih dan sayang nya membuatku melayang. Tak ada sehari pernikahan kami kecuali ada cinta. Kami mengontrak rumah yang tak jauh dari rumah orang tuaku. Aku hanya bisa berkata, “Aku mencintai suamiku”

Setahun pernikahan berjalan, dua musim berganti. Hakim mulai bertingkah aneh, sikap nya berubah. Dia sudah tak memanggilku dengan kata “sayang”, dia juga jarang shalat sekarang, bangun nya pun sering kesiangan. Hakim sekarang lebih tempramental, bahkan dia tak segan memukul ku. Aku tak tahu apa penyebab nya. Mungkin karena kami belum memiliki anak ? atau itu memang sikap asli Hakim? Entahlah..

Satu setengah tahun usia pernikahan kami, atau 6 bulan yang lalu. Kami sudah tak mampu lagi membayar kontrakan rumah. Hakim pergi. Pergi dengan kejahatan nya. Hakim menyelewengkan uang pabrik kain sasirangan abah yang akhirnya kolaps, bangkrut. Hakim juga dengan mulut manis nya “meminjam” sertifikat rumah abah untuk investasi usahanya yang ternyata palsu.

Abah shock, dan terkena stroke. Pabrik yang dirintisnya bangkrut. Dan rumah kami kini sudah dijual hakim pada orang lain. Hakim ternyata adalah penjudi besar di daerah Luar kota banjarmasin. Dia juga penipu dalam bisnis. Dan satu lagi kekejian Hakim yang terbongkar, aku diberitahu seorang sumber terpercaya, orang dekat nya Hakim. Aku tak kuasa menahan tangis, Tangis ku menghambur, aku lunglai...
Hakim ternyata seorang GAY.






Bersambung lagi, kawan..
J0_
sekarang adalah kisah nya sarah.
silakan komentari sesuka hati kalian, pengomentar terbaik akan dipromosikan namanya pada kisah berikutnya.
hahaha

7

Aku kelu. Aku melihat jasad ayah dimasukan ke liang lahat. Lama aku tak berjumpa dgn nya. Aku begitu terpukul.
Aku hanya berdiam, tapi air mataku meronta ingin terus mengucur. Apalagi kutahu, ayah sebulan lagi berencana akan menikah lagi. Karena dia adalah kepala daerah yg baru diangkat, akan sangat janggal jika tak memiliki istri, walau kutahu dia sangat mencintai ibu. Aku tak tahu ada konspirasi apa dari semua ini. yang jelas semua terasa janggal. Pihak keluarga besar ku menduga ada yg meracuni ayah. dari saingan politik nya,atau dari seorang pemuda mantan kekasih wanita yg ingin dinikahi ayah, atau lain nya. Banyak spekulasi muncul.
Aku sendiri memilih bersabar. Aku tinggal dirumahku sendirian. rumah dimana aku dilahirkan. Aku terkejut dg apa yg ditinggalkan ayah untuk ku. Deposito yg bernilai besar. tabungan. Beberapa rumah dan mobil. tiga pabrik usaha keluarga. juga beberapa petak tanah. terus terang, aku masih ingin belajar. aku belum siap menggantikan ayah menangani usaha pribadinya. sementara waktu biarlah mame(paman;bhs aceh) Zulkifli yg menangani pabrik ayah. aku ingin kembali ke Bogor.
---
Hari ini Umar dan rombongan beasiswa lain nya berangkat ke madinah. Umar memeluk ku. aku larut dalam haru.
Akhirnya hari2 ku di ma'had dilalui tanpa umar, benar2 sepi.
Sampai suatu hari datang seorang syaikh dari syiria yg mengadakan daurah. syaikh Thoriq namanya.
Aku sempat berbincang sebentar dg beliau disaat senggang. Beliau simpati dg kampung halaman ku di aceh yg di terjang tsunami beberapa waktu yang lalu. Tak kusanggka beliau menawariku untuk ikut bersamanya ke Damaskus, ibukota syiria. beliau adalah pengajar di lembaga daarul hadits disana.
Aku senang sekali, bisa belajar hadits adalah impian ku. Akhirnya, setelah menyelesaikan urusan paspor dan ini itu, serta pamitan kpd kluarga besar di aceh, jadilah aku ikut syeikh Thoriq ke negaranya.

Aku lelap. karena baru ini aku mengarungi perjalanan pesawat terjauh. Kami transit di pakistan lalu melanjutkan perjalanan. Lalu kami sampai dibandara Bassel al assad. Musim dingin belum mencapai klimaks nya. Cuaca disini biasa saja. agak mirip dibogor ketika malam hari. Oleh Syeikh Thoriq aku diajak melihat indahnya masjid agung Damaskus dimalam hari. Di tambah pesona lampu yg gemerlap, masjid itu sangat mempesona yg melihatnya. aku juga melihat Menara putih,di timur damaskus, yg dipercaya sbg tempat Turun nya Nabi Isa di akhir zaman. Lebih menarik lagi adalah ketika aku melihat tempat dimana dikatakan disana adalah maqam Nabi Yahya As.
Damaskus dipercaya sbg kota tertua yg terus menerus didiami. aku senang sekali bisa melihat tempat2 menakjubkan. rumah2 dari batu, dan benteng2 zaman dulu. Negri ini menyimpan nilai sejarah luar biasa.
Setelah itu kami pergi ke KBRI, aku dibantu menyelesaikan urusan yg agak rumit tentang keimigrasian oleh pak fachruddin, baik sekali beliau padaku, apalagi beliau tahu aku dari aceh. iya, kami sedaerah, senang sekali bisa berbicara bahasa aceh di negri orang. Lalu aku menukarkan mata uang. Membeli handphone dan laptop. Kemudian bergegas menuju ma'had baruku. Di daerah Mazzeh. Aku sangat lelah. syeikh menyuruh ku segera beristirahat di asrama.
Disini aku punya tugas baru, yaitu menghafal hadits, memang target nya terasa fantastis. Shahih Muslim itu dihafal dalam waktu 1,5 tahun. Shahih buhkari 1 tahun. sunan abu daud 1 tahun, nasa'i 6 bulan. tirmizi 6 bulan.ibnu majah 6 bulan. tak hanya matan, sanad nya juga, berapa banyak nama ulama yg akan kuhafal. aku tak gentar. aku selalu berharap mertolongan Allah disetiap usahaku.
dan disini tak menerima santri yang tak hafal Qur'an.
Aku membaca qur'an sebentar di balkon asrama yg tinggi itu. Sekedar persiapan untuk tes besok.
aku juga susah tidur, aku perlu beradaptasi dg kota ini. Kulihat di ufuk Timur sambil tersenyum, kutahu Umar ada disana, dimadinah. Ah, nantilah ku atur rencana untuk Umroh dan mengunjungi si betawi itu.
Lalu kubuka HP baruku yg sudah di setting koneksi internet nya, kulihat situs facebook sejenak.
Disana, aku melihat perubahan status sarah menjadi, MENIKAH dengan Hakim Gunawan.
aku membuka profil lelaki itu, kulihat beberapa foto pernikahan nya dg Sarah.
Yaa Salaam... aku pilu. aku bingung dg perasaan, ingin sekali cemburu, tapi kpd siapa? sarah sudah dinikahi orang lain. siapa aku ? aku pemuda yang terlambat menyatakan cinta.
Dikota ini aku pasrah, disini aku menyerah, atas cinta ku pada sarah.

Tetapi kutahu, Allah menggantikan nya dg ilmu. aku harus belajar sungguh-sungguh disini.dan belajar melupakan hal-hal yg mengganggu fokus ku. Aku mencoret-coret buku catatan, lalu menulis syair..

Kutinggalkan atas nya cahaya..
agar dapat menyinari saat gulita..
milik Allah-lah tiap sorot mata yg indah mempesona..
--------------



Masih ada sambungan nya(insya Allah)
Jo_
"aku" nya masih Rian.
maaf jika kurang bisa menjiwai nulisnya. maklum, amatiran.

6

Tiba di Bandara Syamsudin noor.
aku lalu memanggil taksi bandara yg banyak berjejer di depan bandara. Tak jelas tujuan ku kemana. Sejak ayah pulang ke aceh, rumah di Banjarmasin dijual.
Tak masalah, aku bisa menginap beberapa malam di hotel. Aku memilih hotel yg agak murah di pusat kota.
Lebih dua tahun aku meninggalkan kota ini. Ada beberapa perubahan. Tapi aku masih sangat terikat dg kota ini.
Sejak SMP aku tinggal dikota ini. Sejak ibuku masih hidup. Ibuku pun dikuburkan di kota ini. Aku lancar berbahasa Banjar.Mungkin lebih lancar dari bahasa Aceh, bahasa ibuku.

Aku juga punya banyak teman disini. tapi aku tak menghubungi satupun dari mereka selain yg tahu alamat sarah.
karena tujuan ku kesini bukan untuk jalan-jalan. Aku ingin melamar sarah. Aku pikir sarah akan sangat terkejut jika aku datang melamarnya. Kubayangkan wajah bahagianya jika dia jadi istriku. Aku terus berkhayal tentang sarah sambil tiduran dikamar hotel. aku tahu prinsip sarah, dia hanya akan mencintai lelaki yang menjadi suaminya. aah.. bahagianya aku, sesuatu yang kupendam sejak SMA akan segera kuutarakan, langsung kepada orang tua sarah.

Mudah sekali mendapat alamat Sarah, aku hanya menghubungi seorang teman sekelas sarah waktu sekolah. Sedikit bersikap manis dan mengiba, alamat sarah dikirim nya ke no hp ku. Aku semakin bersemangat. aku lalu tertidur..

"hiks..hiks..huhu"
"sarah kenapa? sedang apa disini?"tanyaku. kulihat sarah dg jubah nya yg tercabik sendirian ditengah padang pasir.
"Yan, kumuhon sapu air mataku"pintanya
Lalu kusapu air matanya, lalu semuanya terang.

Aku terbangun, hanya bermimpi, kulihat jam tangan, 00.30am.jam ku mengikuti  WIB, berarti ini setengah dua waktu banjarmasin.
Ku kirim sms ke nomor sarah. Biasanya dia shalat malam jam segini.
"assalamu'alaikum, wahai orang yang berselimut. ini waktu yang mulia agar rahmat Allah kita jemput."
sekitar 5 menit kemudian datang balasan.
"'alaikumussalam. rian? kan dipondok mu tdk boleh memakai hp?"  tanya sarah
"sapa bilang ana di pondok, ana di banjarmasin sekarang. hmm.. boleh bertemu dg orang tua mu ga sar ?" pintaku blak-blakan.
"buat apa Yan ?boleh aja siih, tapi abah ada sore hari."
"silaturrahim aja, oh. insya Allah sore ini aku kesana"
"tau alamat nya ?" tanya sarah
"iya, syukron"
"afwan"

---
Sore itu gerimis, aku akhirnya sampai kerumah sarah diantar ojek. Aku dipersilakan masuk oleh Seorang lelaki, berbadan tinggi besar. kutaksir umurnya sekitar 50an. Oleh seorang wanita paruh baya, aku disuguhi teh manis hangat.
mereka adalah orang tua Sarah.
Kududuk diruang tamu yg tertata rapi. rumah mereka tidak terlalu mewah, tapi bagus dan indah.
"Jadi nak Rian ini teman nya sarah sekolah dulu" tanya ayahnya
"benar pak, saya juga dahulu pernak dibantu sarah sewaktu kecelakaan"
"hmm..iya iya. rumahnya dimana nak?"
"saya sekarang tinggal dipondok di bogor pak. kluarga saya tinggal di aceh"jawabku. kemudian kami bercerita tentang banyak hal, masalah agama, tentang bisnis kain sasirangan yg beliau tekuni dan lainnya.aku juga bercerita tentang latar belakangku. aku rasa aku mudah cocok dg ayahnya sarah.

"oh ya nak, sampai berapa lama di banjarmasin?"
"mungkin hanya beberapa hari pak" jawabku sambil berfikir, memilih kata terbaik untuk mengatakan maksud ku yg sesungguhnya. melamar sarah.
"hmm, sayang sekali yaa.. jika nak Rian agak lama, bisa jadi penceramah saat khutbtun nikah nya sarah" kata ayahnya sarah dg santai.
"a..a.. apa pak ? nikahnya sarah?" aku tak percaya
"iya, sebulan yg lalu seorang lelaki melamar sarah. karna dia sudah mapan. ya sudah, kami terima saja. insya Allah bulan depan akad nya"
aku lunglai, kuminum teh hangat, pahit. tak seperti tadi yg hangat dan manis. lidah ku lupa mengenal rasa, otak ku kacau, bumi terasa berputar tanpa arah dan di hatiku seperti ada sesuatu yg sangat sakit. pedih luar biasa.
Aku lalu pamit pulang, hatiku tak karuan. mataku merah. aku berjalan, tak ada angkutan umum. aku mengumpat sendiri. aku murka, tak jelas pada siapa. hampir aku tertabrak saat menyeberang. aku tak peduli. aku hancur.
"Allahu Akbar...Allahu Akbar..." terdengar adzan magrib berkumandang disalah satu masjid.
aku lalu singgah, berwudhu, sedikit tenang. selepas shalat berjamaah, aku mengambil mushaf kecil yg selalu kubawa disaku. kubaca Al-Qur'an dg suara agak keras. aku masuk kedalam bacaan ku. hatiku berangsur tenang. masalahku lenyap.
Lalu sebuah sms masuk, dari sarah.
"sebenarnya maksudmu datang tadi apa?" selidik nya.
tak kujawab.
tak lama masuk lagi sms, dari umar.
"akh,ni umar(minjem hp ustadz raihan) gimana misi nya? berhasil kan? eh ana diterima masuk jami'ah madinah. alhamdulillah"
"oh, yg bener mar, alhamdulillah" kujawab seadanya. aku memang lagi tak bersemangat membalas pesan.
aku senang sekaligus iri dg umar. aku juga sangat ingin kuliah di madinah. ini juga berarti perpisahan ku dg umar.
aku kembali membuka mushaf ku.

aku ingin segera pulang ke bogor. aku ingin memberi selamat secara langsung kepada umar. hatiku sudah sedikit tenang.
kulihat dari jendela pesawat, lautan biru yang haru.. awan putih yg letih..
sesampai di bandara soekarno hatta, tanggerang. aku menghidupkan hp.
langsung sebuah pesan masuk. lalu disusul telp dari pamanku diaceh.
"Yan, innalillah.. ayahmu meninggal, beliau keracunan makanan. sekarang masih di RS untuk diautopsi."
".....a..abi? kenapa abi paman?"
"nanti kami ceritakan, segera kesini"

aku panik. aku bergegas mencari tiket ke medan. aku ingin segera pulang kerumah. keluarga ku akan menjemput di bandara polonia.





Bersambung....
-JO_
ini rian sebagai "aku" nya.
hehehe
kepanjangan ya kisahnya?
tenang, ini gratis ko..

5

  Aku bangun dari tidur, disebelah bantal ku sudah ada kacamata, kacamata ku sudah diperbaiki. Aku bergegas ke kamar mandi. Rian sudah tak ada ditempat tidurnya. Biasanya dia sudah duluan ke masjid.
Ini hari sabtu, hari ini hari libur pondok. Rian tertidur setelah shalat shubuh tadi, aku jadi tidak enak dg nya. Kurasa dia memperbaiki kacamataku sampai tengah malam. Rian memang unik, selalu haus tantangan. Kami tak memiliki obeng, tapi Rian memodifikasi pisau kecil untuk mereeparasi kacamataku yg rusak. Kacamataku jatuh dan terinjak saat aku naik kereta waktu ikut  'muqobalah' ke Gontor,Ponorogo minggu lalu.
Rian pemuda yg luar biasa menurutku. Dia tampan, hatinya lembut, sikapnya bijak,walau kadang ceroboh. Oh iya, satu lagi kelebihannya, dia hebat sekali dalam mengingat sesuatu. Setahun ini kami di ma'had a'immah wa du'ah, kami sama-sama menyelesaikan hafalan al-qur'an, tapi kualitas hapalan rian lebih baik. Lebih kuat.
Sayang sekali rian tak bisa ikut muqobalah atau tes beasiswa untuk kuliah di jami'ah islamiyah,madinah. itu universitas terbaik diseluruh dunia menurut kami. dan idaman semua santri disini.
Rian sakit kemarin. Tapi sekarang dia sudah agak lebih baik. Rian terbangun terlihat matanya memerah.

"minum susu dulu yan, tadi ana beli di syirkah(koprasi)" tawarku sembari menyuguhinya segelas susu.
"ah lu, mank gw balita,minum susu bangun tidur"jawabnya dg logat betawi, anak ini memang terpengaruh gaya bicaraku.
"ini ucapan terimakasih gw yan, syukron ya. lu kaya nya punya bakat buka preparasi kacamata deh"candaku
Rian tersedak, lalu kami tertawa.
"eh si akhwat yg dari kalimantan itu gimana ?"tanyaku padanya
"sarah? ga tau mar, dia masih tertutup. tapi itu yg membuatku semakin tertarik,mar."
"ya udaah, lu udah hafidz, bokap lu kaya. nikahin aja."jawabku sembarangan.
Rian terdiam sesaat. Matanya menerawang. sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.
"iya."
"iya apa? " tanyaku
"liburan sesester ini ana berencana ke kalimantan, ana ingin melamarnya."
"antum serius yan?" selidik ku. biasanya kami memakai panggilan ana/antum jika pembicaraan nya serius.
"serius laah.. ini masalah nikah mar."imbuhnya.
"antum udah yakin ama sarah? kan setahun ini cuma kirim2an pesan via fb. yakin antum diterima kluarganya?"
"faidza 'azamta fatawakkal 'alallah" rian menjawab dg sebuah ayat.
"sahalallahu laka"jawabku dg doa, semoga Allah memudahkan niat baiknya.

akhirnya rian nekat pergi ke Kalimantan, banjarmasin tepatnya.
Dahulu ayahnya anggota DPRD disana. sekarang ayahnya menjadi bupati disalah satu profinsi di nangroe aceh, tempat asal ayahnya rian.
Rian memang suka tantangan, katanya melamar wanita adalah tantangan yg harus dicoba.
Aku hanya berdoa agar lelaki baik itu mendapatkan wanita yg terbaik.
Beruntung sekali wanita yang bernama Sarah itu...





Bersambung...

-Jo Umar-
bingung ya tokoh "aku" nya ganti-ganti ?
aneh kan ? aneh dan unik itu memang sulit dibedakan..hee

4

 Ini tahun yang luar biasa buatku. aku belajar siang malam, aku menghafal mati-matian. aku sedikit sekali tidur diwaktu malam. Malam di daerah pegunungan Sukabumi luar biasa dingin nya. aku bertemu banyak orang yang luar biasa. banyak ikhwan yang membantuku disini. kami sudah seperti keluarga. terkadang kami berbahasa indonesia dalam kamar yg sengaja kami kunci. ini mahad aly ar-raayah. dimana bahasa wajib adalah bahasa arab. aku senang disini. pengajar disini berkualitas keilmuan yg luar biasa. tapi,
hari ini aku tertunduk. kulihat daftar nilai ikhtibaar(ujian) ku.ada tiga nilai dhoif. ma'had ini sangat ketat. yg tidak mencapai standar maka harus menerima taqdirnya, rosib,gagal,lalu pergi.
semua ikhwah memeluku, tanda perpisahan. aku sangat sedih. oleh seorang ustadz aku diberi sebuah info ma'had lain. Cisarua,Bogor. disitu menjadi pelabuhan ku berikutnya.

aku datang ke cisarua sore hari, sendiri. aku disambut seorang seseorang yang sangat ramah dari klaten.
dia menyuruhku beristirahat di gazebo(semacam  pendopo dari bambu) lalu menghidangkan makanan. saat itu halimun sore masih menyelimuti ma'had.Sebuah pemandangan menawan disore musim semi. setelah menyelesaikan administrasi, aku ditujukan kesebuah kamar. aku bertemu ikhwah2 baru, aku memiliki semangat baru, motivasi baru, di ma'had yang baru, Ma'had al a'immah wa du'ah.
aku merebahkan badan dikasur. aku sangat lelah berjalan. ma'had ini berada di sebuah lembah yg jauh dari jalan raya.
hhufh.. aku teringat sesuatu, aku lupa menceritakan kepada ayah kalo aku dikeluarkan dari sukabumi.
tapi nantilah,aku ingin menyusun kata yg baik agar ayah tak terlalu sedih.

dini hari, aku dibangunkan seorang santri. aku bersiap untuk shalat shubuh berjamaah.
disini pondik tahfidz, jadi tahun pertama disini akan dipenuhi kurikulum al-qur'an. aku membaca qur'an sehabis shalat, dimana masjid juga dipenuhi santri yg membaca al-qur'an.
Hari mulai terang, aku terkagum kagum dg pemandangan disini. rindang, asri, sejuk. kulihat di selatan, gunung Salak menjulang. di timur, gunung Pangrango gagah disingasananya.
aku ikut bermain takraw di halaman masjid, aku mulai beradaptasi dg beberapa ikhwan disini.
hari ini, aku mengenal seorang ikhwan, Umar namanya. Pemuda berkacamata dari betawi. Entah mengapa banyak sifat kami yang mirip, dari pemikiran dan tingkah kelakuan. jadilah kami sejoli yg saling mencintai karena Allah.
pondok ini melarang santrinya menggunakan hp. dan jika ingin keluar pondok hanya boleh jika hari sabtu.
biasanya aku dan umar pergi kepasar cisarua. kam berjalan 4 kilometer menanjak dan menurun. sembari membahas sebuah tema yg menarik, tentang para ulama terdahulu misalnya, atau.. topik yg tak pernah bosan kami bicarakan, akhwat. dalam hal ini, kami memiliki banyak kesaamaan tentang tipe akhwat idaman.
aku dan umar memiliki kebiasaan unik, jika salah satu dari kami lalai dalam menjaga pandangan yg lain nya harus memalingkan wajah yg lalai menundukan pandangan itu. masalah terjadi (tapi ini jarang terjadi) jika kami berdua yg terfitnah dalam memandang wanita. ghodul bahsor ama Mojang sunda memang memerlukan kerja ekstra.

Hari itu dipasar, selain mengambil uang di ATM dan berbelanja keperluan, aku juga menyempatkan kewarnet.
sudah lama rasanya facebook ku kututup. ingin kubuka dan melihat teman sebagai sedikit hiburan.
-Rian Atmaja- begitu namaku tertulis di akun fb.
hmm, aku lalu mengubah nya dg kun-yah* saja. kun-yah(julukan) ku abu daud. tapi aku lebih suka memakai kun-yah Ibnu Yahya. Karna ayah ku bernama yahya. kebiasaan ulama terdahulu, merupakan sebuah bentuk penghormatan jka memanggil seseorang dg kun-yah nya.
jadi, kuganti nama fb ku menjadi -Ibnu Yahya-
aku juga sempat melihat sebuah profile. seorang akhwat yg menolongku saat kecelakaan dulu. akhwat yg karena hadirnya, membuat ku ingin belajar islam. dia sangat berbeda dari wanita yg pernah kukenal. waktu sekolah dulu, aku sering mengikutinya. aku senang mengamatinya dari jauh, aku mencari banyak info tentangnya dari teman2nya. aku menyukainya. sikapnya dewasa. mungkin karena aku lama tak merasaan kasih sayang seorang ibu.
dia tak memajang foto di profile nya. tapi aku bisa melihat fotonya pada foto yg ditandai orang kpd nya.
aku tersenyum, hatiku berdesir.
kukirim pesan dg salam,
"Assalamu'alaikum. Sar, apa kabar? semoga selalu dalam kasih sayang Allah"

aku pulang ke ma'had. berjalan kaki bersama umar. kami harus segera sampai. kami ingin menghafal untuk setoran al-qur'an besok pagi.





*kun-yah, julukan. diperbolehkan menggunakan kun-yah bagi yang sudah memiliki anak atau yg tidak memiliki anak.

to be continued...
-Jo_
ditulis karena merindukan seseorang dari Makassar.
(ikuti terus kisahnya, bagi 5 pengomen yg beruntung akan mendapatkan jempol eksklusif distatusnya)haahaa

3

Setahun, setelah pertama kali Rian mengirim sms kepada ku.

Hampir setiap minggu dia menghubungiku. Entah bertanya tentang hukum ini, atau fadhilah amalan itu. Yang jelas dia terlihat seperti bersemangat sekali ingin tahu banyak tentang agama. masih kuingat dulu kusuruh dia membeli buku Sifat shalat Nabi, karna disana ada bimbingan shalat yg sesuai sunnah. Katanya dia mencari sampai hampir kesemua toko buku dikota ini. tapi sayang, jawaban si pemilik toko buku hanya "maaf dik, sudah habis" atau "kosong mas". Akhirnya, dia bertemu buku itu secara unik di sebuah masjid saat dia mampir untuk shalat magrib. jadilah ia membaca buku itu sampai takmir masjid menegurnya secara sopan karena sudah larut malam.
Aku sungguh melihat keteguhan nya. Mungkin kecelakaan tempo lalu merubah hidupnya.
Tapi pesona Rian tak berkurang, dia masih digandrungi wanita-wanita di sekolah.
Masih jelas di ingatan ku, Mona, gadis yang kutemui di Rumah sakit dahulu, ternyata adalah mantan kekasih Rian.
Mati-matian ia ingin kembali kepada Rian, namun Rian tetap bersikap dingin kpd nya.
Sampai suatu hari...

"Sar, kudengar rian sering menghubungimu? iya?" tanya mona.
Berita Rian menghubungiku cepat sekali menyebar pikirku.
aku bingung. apa maksud ucapan wanita nasrani ini. apakah dia akan menghinaku. atau dia akan menuding ku yg macam-macam. aku tak tahu.
"ahhm,, iy..iya.." jawabku parau.
"Sar, ajari juga aku tentang Islam, ajari aku agamamu."
aku terperanjat. ada apa ini? Mona ingin tahu Islam ?
"Kau ingin belajar tentang islam? tanyaku tak percaya.
"iya, boleh ya sar..nanti kamu minta apa aja aku kasih deeh" pintanya.
"mon, aku sendiri masih perlu belajar banyak tentang agamaku, tapi kalo kamu ingin mengenal Islam, aku pasti senang hati mengenalkan mu kpd Agama ini. dan aku ga mungkin meminta imbalan atasnya."jawabku sambil mencoba tersenyum hangat.
"makasih ya sar, aku senang bertemu orang islam sepertimu.eh aku minta nomer hp mu ya"
"iya"

Hatiku sebenarnya curiga dg model cantik itu. apakah dalihnya belajar islam itu agar Rian simpati padanya.
tapi kubuang jauh pikiran itu. aku ingin berbaik sangka kepadanya, dan boleh jadi aku bisa menjadi jalan hidayah untuknya. Maha Suci Allah. Barangsiapa yang diberi-Nya petunjuk,maka tidak ada yg bisa menyesatkan nya. Dan barangsiapa yg disesatkan-Nya maka tidak ada yg dapat memberikan nya petunjuk.

Rian pun turut membuatku heran, 3 bulan ini aku tak tahu kabarnya. seolah pergi tanpa pesan. akun fb nya ditutup. Rian yg biasanya menghubungiku minimal seminggu sekali untuk diskusi berbagai masalah, kini gaib.
aku mencoba menghubunginya, sekedar miskol .
"maaf, nomor yg anda tuju tidak terdaftar"  terdengar suara operator dg jelas.
Rian ganti nomor pikirku. Entahlah, entah apa yg terjadi didiriku. aku sudah berusaha setahun ini menjaga hati kpd Rian, tiap sms nya hanya kubalas seadanya. aku takut terfitnah, fitnah cinta. cinta disaat yg salah. apalagi dg rian.
aku wanita biasa yg memiliki perasaan, Rian benar-benar mempesona, apalagi sekarang dia sudah mulai faham agama.

Disekolah, rian juga lebih sering menyendiri. Dulu saat istirahat dihabiskan nya nongkrong dikantin dg teman gank nya.
Sekarang kalau mencarinya saat jam istirahat, dia ditemukan sedang shalat dhuha di mushala sekolah. celana nya pun sekarang jadi cingkrang, diatas mata kaki, dia sekarang bukan seorang yg musbil.Masya Allah.
Juga, suatu hari diparkiran motor. Ketika segerombolan siswi ingin keluar dari parkiran, Rian menunggu sambil menunduk sampai siswi-siswi itu pergi, Rian benar-benar menjaga pandangan nya.


Selasa besok adalah acara perpisahan sekolah kami di sebuah hotel berbintang di kotaku.
Aku sedang asik memilih-milih baju untuk keacara itu.
Tiba-tiba ada sms no tak dikenal masuk.
"assalamu'alaikum, sarah, ini rian. doakan ana ya. ana mao pindah ke Sukabumi, insya Allah. sebenarnya sih mondok..he"
"pondok apa namanya, Rian?"tanyaku heran.
"Ar-royah, pondok Lughoh disana. ana direkomendasikan Ust.Kamal kesana. insya Allah beberapa tahun disana.
ana juga harus banyak berterima kasih karena banyak dibantu selama ini, sar" imbuhnya.
"ooh, iya sama sama Yan, ana senang bisa membantu.semoga sukses ya disana, dan semoga menjadi orang yang bermanfaat buat umat" harap ku
"syukron katsiron sar, jazakillahu khaer"
"waiyyak"





masih ada sambungan nya.. (kalo yg nulis punya duit kewarnet)
-Jo-
oh iya, makasih buat yg ngasih kritik, saran, info, rujukan, tadzkiyah,komentar, jempol.(kapan ngasih duit?)
sebuah kisah fiktif yg merepotkanku karna dipaksa bikin sambungannya.(padahal q ga niat2 amat bikin crita kaya gini)

2

 Sebelum ashar aku meninggalkan rumah sakit. Kutinggalkan rian yg tertidur. mungkin dg tidur, rasa sakitnya hilang sejenak.
Aku masih harus menunaikan amanah ibu untuk silaturrahim ke rumah bibi..
Malam hari,dirumah ku ada acara yasinan. Ibuku berasal dari kalangan keluarga nahdiyin sedang ayahku dari muhammadiyah.
walau kluarga ayah dan kluarga ibu berbeda pemahaman, tapi kami begitu menghargai pendapat satu sama lain. ayahku (sebenarnya) tak setuju rumahnya mengadakan acara seperti itu. karena menurutnya ibadah seperti itu tdk ada tuntunan nya dalam islam. ibuku sebenarnya setuju dg pendapat ayahku, tapi beliau hanya tak ingin terjadi fitnah dalam keluarga besar nya yg semuanya dari nahdiyyin. jadilah malam itu begitu penuh rumahku dg orang-orang.
karena pihak nahdiyyin menganggap yasinan adalah kebaikan dan mereka menyebutnya bid'ah hasanah.
aku tak tahu mana yg benar. apakah salah satu ? apakah keduanya benar, atau.. tak ada yg benar??
biar lah Allah menunjukan kebenaran kpd siapa yg dikehendaki-Nya.
aku hanya perlu bertaqwa. dan memohon hidayah. semoga aku selalu dimudahkan menerima kebenaran.

Pagi Jum'at. Hari besar mingguan umat islam. Aku berdandan sebelum berangkat sekolah. Ada rasa tenang dihatiku jika bercermin dan melihat jilbab yg kupakai. Menjulur panjang sampai kepinggang. aku benar2 merasa aneh. betapa tidak, sekolah SMA ku yg memakai "kerudung gaul" (semacam penutup kepala yg hanya sekedar menutup rambut dan leler, tidak syar'i) saja bisa dihitung jari. jadilah aku, rahma dan nia menjadi komunitas kecil yg memakai jilbab sebesar ini.
Ketika iman itu kuat dihati, ketika tahu apa yg benar dan salah, ketika hukum Allah itu wajib ditegakan, maka saat itulah wanita muslimah mencintai agamanya. dan saat itu ada kecintaan untuk menutup aurat, Ketika Cinta berjilbab..

Sepulang sekolah, aku kerumah sakit untuk menengok rian,aku pulang tanpa pamit kemarin.
aku hanya ingin melihat keadaan nya. lagipula kemarin administrasi RS atas namaku.
aku datang dg sebungkus roti bakar. rian sudah agak baikan. kulihat dia antusias memakan roti bakar, katanya dia memang favorit dg roti bakar.  hmm, tapi menurut ku dia memakan karena lapar. dia hanya diberi perawat yg 24 jam mengontrol nya bubur dan pisang.hihihi..aku tertawa melihat tingkahnya. rian sepertinya baik, tidak seperti yg sering dibicarakan teman-temanku. mereka berkata rian seorang playboy,hanya ingin bersenang2 dg wanita yg disukainya, dan banyak lg kudengar hal yg tdk baik tentangnya.


"eh, bukan nya kita belum kenalan?" rian tiba2 berkata.
aku tersenyum, "buat apa, semua org kan mengenalmu."
"tapi kan aku belum tahu namamu, kamu kan yg nolong aku ke RS. aku ingin mengingat nama org yg menolongku seumur hidupku"rian menimpali.
"panggil aku sarah aja" aku mengenalkan
"sarah...hmm, iya. aku berhutang padamu" rian tersenyum, sambil terus mengunyah roti bakar.
Beberapa saat kemudian, datang tiga orang wanita. semuanya dg "baju you can see" dan salah satunya memakai celana sepaha atau "hotpants".
hatiku miris. ironis. melihat moral yg begitu krisis. seperti ini kah wanita yg akan menjadi bahan bakar neraka ??
mereka bertiga menatap sinis kearahku. mereka seperti melihat makhluk dari planet lain, karena pakaianku sangat longgar. Sedang aku,melihat mereka seperti makhluk dari alam lain. karena pakaian yg mereka kenakan hasil kreatif syaithon yg sukses menipu daya jutaan wanita dg dalih mode.
salah satu dari tiga wanita itu adalah Mona. anak seorang pengusaha kaya. dia salah satu finalis lomba model busana dikotaku. Mona sangat cantik, tubuhnya indah. ibunya sunda, dan neneknya jerman. pantas saja wajahnya indo.
sampai ditelingaku berita bahwa akhir2 ini, rian memang dekat dg Mona.
kurasa mereka tak senang dg keberadaanku. aku mulai merasa tak enak. aku pamit pulang.


malam nya, ketika aku sedang belajar untuk ulangan mid smester, tiba-tiba masuk sebuah pesan.
"assalamu'alaikum. sarah, terimakasih untuk semua bantuanmu. (rian)"
kujawab singkat "wa'alaikumussalam, iya. aku hanya bisa membantu sebisaku"

sekjak saat itu, rian selalu menghubungiku..
aku gundah, aku takut merasa lemah, bagaimana jika aku terfitnah..
fitnah cinta yg salah, kepada orang yg salah, dan ini masalah...





masih bersambung...(suka-suka gw donk)heehe
-Jo the best-
sebuah kisah mendadak.
penulis pun tak tahu akan seperti apa kisah sambungan nya.
baca ajaa, gratis kok.

1

Istirahat pertama. Aku menuju ke Perpus saja. Tidak seperti biasanya aku ke kantin dg Nia dan Rahma. Karena ini hari kamis, aku bepuasa sekarang. Kuambil beberapa buku tentang fisika, kulihat sebentar. Aku sedang tak bersemangat melihat rumus, lalu kuganti dg koran. Beberapa lama membaca, disebelahku ada seorang lelaki yg memasang mimik menunggu.
Aku tak berani menatapnya. Aku mengerti, dia juga ingin membaca koran yg kupegang.
Lalu kuserahkan, agak risih jika dilihat lelaki seperti itu. Aku memang tipe wanita yg kurang bisa bergaul dg lelaki.
Aku dibesarkan dalam keluarga yg taat menjalankan agama. Aku menutup diri dg laki-laki sejak lulus dari SD.
Seingatku, sejak pertama kali haid, aku hanya beberapa kali saja bersentuhan dg lelaki, itupun karena tak sengaja. Mengambil kembalian dari penjual makanan,misalnya.. atau tersentuh temanku secara tak sengaja. Aku sangat menjaga diri. karena bagiku. itu adalah dosa.

Lelaki itu bernama Rian. Berambut lurus,berkulit putih,tubuhnya tinggi ideal. Dagu dan hidung nya yg mancung, serta sorot matanya yg tajam membuatnya di-gilai banyak wanita.
Rian adalah wakil ketua OSIS. Tak ayal, dia siswa yg dikenali seisi sekolah. Dia juga jago Tekwondo,mahir bermain bola, serta batminton. Mungkin jika ada organisasi yg boleh dibentuk lagi, itu pasti Organisasi penggemar berat Rian. Namun aku tak peduli dg hal-hal seperti itu.
Aku sekilas melihat Rian yg asik membaca. Tentu dia membaca rublik Olahraga, karena dia senang sekali dg Chelsea, klub bola asal Britania Raya.
Aku berdiri, aku ingin segera meninggalkan Perpus karna waktu istirahat akan segera habis.
Beberapa langkah kuberjalan..
"Hey..ehm...handphone mu ketinggalan"
Lelaki itu memanggilku, Aku terperanjat, aku tersadar. aku melupakan HP ku,..
"Ooh.. iya terimkasih" jawabku.
aku lalu pergi. aku mengerti kenapa teman-temanku tergila-gila dg rian.
karena dia memiliki pesona yg luar biasa. gaya nya cool, namun ramah tuturnya.
aku sadar, aku sedang berpuasa. tak baik jika aku memikirkan lelaki non mahrom. aku lalu berusaha membuang pikiran tentang rian.
Aku masuk kelas, XI IPA1. Disana sudah ada Nia dan Rahma yg memakai jilbab besar sepertiku. kami merasa kuat jika bersama, kami merasa kuat menjaga hijab ini. Karena banyak sekali ejekan orang tentang apa yg kami pakai.
Sayang mereka tak mengerti...

Bel pulang berbunyi.
Siswa siswi SMA menghambur dari kelas. Ingin segera keluar dari aktivitas melelahkan bernama "Belajar mengajar" ini.
Aku seharusnya langsung pulang kerumah. Namun aku harus pergi kerumah bibiku terlebih dahulu. ibuku menitipkan sesuatu untuk beliau.
Kota Banjarmasin cukup padat disiang hari. Dan panas tentunya.
Aku terus memacu motorku, ingin segera kusampai dirumah bibi, agak jauh memang, pinggiran kota.

Terlihat kerumunan manusia dari kejauhan. Sepertinya ada kecelakaan.
Astaghfirullah...
itu Rian..
kulihat beberapa orang menggerumuni nya. Celana abu-abunya robek, sikunya luka parah, hidungnya berdarah, berdarah melumuri bajunya yg putih. motornya remuk dibagian muka.
Aku menepikan motor.

"mang..ini teman saya mang." ucapku, tak jelas pada siapa.
"ayo de, cepat bawa ke Rumah sakit. kami tak ada kendaraan." ucap salah seorang.

Rian korban tabrak lari, lukanya hebat. aku harus cepat membawanya ke RS.
Diatas motor, dalam keadaan mengerang kesakitan rian bersandar padaku. untungnya aku memakai tas sandang. jadi dia menyandarkan kepalanya pada tasku.
Lima menit kemudian kami sampai dirumah sakit terdekat.
Lalu kupanggil beberapa orang untuk memapah Rian menuju ruangan yg bertuliskan UGD.
Rian memberikan aku hp miliknya untuk segera menghubungi rumahnya.
Nahas, ternyata ayah rian yg anggota DPRD itu sedang Ke Jakarta. hanya ada pembantunya dirumahnya.
ibunya sudah lama meninggal.
Rian menjalani beberapa perawatan. aku menungguinya, tak sampai hati aku meninggalkan makhluk ini. bukan karena dia tampan, hanya karena aku tak tegaan.
Rian harus Opname. kakinya retak, hidung nya memar.
Rian memintaku untuk mengambil uangnya di ATM. untuk pembayaran RS.
aku menemaninya di ruangan opname. dia tak memiliki keluarga sama sekali. Rian adalah pendatang dikota ini.
dan dia hanya tinggal berdua dg ayahnya dirumah.

matanya yg indah kini memerah, hidungnya masih berdarah..
pesona itu kini memudar, lalu tertidur karena letih bersandar..
sungguh kasihan lelaki ini....





Bersambung....
-Jo george-
menulis tentang wanita itu ternyata sulit.
(fiktif lagi, fiktif lagi..)